MANOKWARI, PinFunPapua.com – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua Barat mencatat, jumlah kecelakaan lalu lintas sejak Januari hingga awal April 2026 masih terjadi dan menjadi perhatian serius aparat kepolisian.
Berdasarkan data yang dihimpun, dalam kurun tiga bulan pertama (Januari–Maret 2026), terdapat lebih dari 10 kejadian kecelakaan lalu lintas yang dipengaruhi oleh faktor konsumsi alkohol, dengan mayoritas melibatkan pengendara roda dua.
Dirlantas Polda Papua Barat, Kombes Pol Arief Bahitar, menyebutkan bahwa faktor pengendara yang tidak dalam kondisi konsentrasi penuh masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di jalan raya.
“Dari Januari sampai Maret, ada sekitar sepuluh lebih kejadian kecelakaan yang dipengaruhi alkohol, dan rata-rata didominasi kendaraan roda dua,” ujarnya.
Sementara itu, untuk bulan April 2026 hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan adanya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengaruh alkohol.
Namun demikian, secara umum angka kecelakaan masih terjadi di sejumlah titik, meskipun dalam beberapa operasi kepolisian seperti Operasi Keselamatan Mansinam 2026 sempat tercatat tujuh kejadian kecelakaan dalam satu pekan pelaksanaan operasi.
Dirlantas menegaskan, kondisi ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas masih perlu ditingkatkan, terutama terkait larangan berkendara dalam kondisi tidak wajar, baik karena alkohol maupun distraksi seperti penggunaan telepon genggam.
“Kami terus mengimbau masyarakat agar berkendara dalam kondisi sehat, fokus, dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Polda Papua Barat juga terus mengintensifkan upaya preventif dan edukatif guna menekan angka kecelakaan, termasuk melalui kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) serta sosialisasi kepada masyarakat. (JN)
