MANOKWARI,PinFunPapua.com – Ikatan Keluarga Besar Yogyakarta (IKBY) Manokwari terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya Nusantara. Hal tersebut diwujudkan melalui peringatan malam 1 Suro Tahun Jawa 1960 yang dirangkaikan dengan berbagai kegiatan budaya dalam menyambut pelaksanaan PESPARAWI Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari.
Ketua IKBY Manokwari, Muhammad Subagyo Sugiarto, menjelaskan bahwa 1 Suro 1960 Jawa yang oleh sebagian masyarakat Jawa diyakini bertepatan dengan 1 Muharam 1448 Hijriah merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Menurut tradisi penanggalan Jawa, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam atau setelah waktu Magrib, sehingga malam 1 Suro dilaksanakan pada Senin malam, 15 Juni 2026. Dalam momentum tersebut, IKBY Manokwari menggelar prosesi jamasan pusaka secara internal sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur.
“Bagi masyarakat Jawa, Bulan Suro bukan sekadar pergantian waktu dalam kalender, tetapi menjadi ruang perenungan, penyucian diri, serta penguatan nilai-nilai spiritual yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Subagyo.
Sebagai ungkapan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, IKBY Manokwari juga mengadakan syukuran berupa gunungan jajanan pasar yang bertepatan dengan momentum Jumat Berkah dan rangkaian Kirab Budaya menyambut PESPARAWI Nasional XIV yang berlangsung di Manokwari pada 20–28 Juni 2026.
Dalam Kirab Budaya yang digelar pada 19 Juni 2026, IKBY Manokwari turut mengambil bagian dengan menampilkan sejumlah barisan budaya dan armada kesenian bersama perwakilan official kontingen PESPARAWI dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya armada gamelan serta dukungan dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat yang bertindak sebagai orang tua asuh bagi kontingen PESPARAWI asal DIY. Gunungan jajanan pasar yang menjadi simbol rasa syukur juga dibagikan kepada masyarakat di titik akhir kirab sebagai wujud kebersamaan dan berbagi berkah.
Sementara itu, terkait pembukaan resmi PESPARAWI Nasional XIV yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi Manokwari, Subagyo menyampaikan bahwa pengurus IKBY Manokwari belum dapat menghadiri kegiatan tersebut karena akses masuk ke lokasi menggunakan undangan atau ID Card dengan barcode khusus.
“Ketatnya pengamanan dan protokol masuk tersebut kemungkinan berkaitan dengan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia dalam acara pembukaan,” ungkapnya.
Sebelumnya, kontingen PESPARAWI dari Daerah Istimewa Yogyakarta telah tiba di Manokwari pada 18 Juni 2026 pukul 08.35 WIT. Kedatangan mereka disambut hangat oleh pengurus IKBY Manokwari bersama Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat yang dipimpin oleh Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Sujanti Kamat, S.Sos., M.Si.
Sebagai bentuk penghormatan dan upaya memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara, IKBY Manokwari turut menyajikan hidangan khas Yogyakarta seperti Gudeg Catur Sagatra dan minuman tradisional Bir Jawa bagi kontingen yang datang.
Subagyo menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk nyata komitmen IKBY Manokwari dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya dan kuliner Jawa, di tanah Papua Barat.
“Budaya adalah jembatan yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Ketika tradisi terus dijaga dan diwariskan, maka identitas bangsa akan tetap hidup di tengah perkembangan zaman.”
Melalui semangat kebersamaan dan keberagaman, IKBY Manokwari berharap kehadiran budaya dalam ajang PESPARAWI Nasional XIV dapat semakin mempererat tali persaudaraan antar daerah serta memperkokoh semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(Red).
