FAKFAK,PinFunPapua.com – Pengembangan kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, mulai diarahkan pada penguatan potensi lokal melalui inovasi pascapanen dan diversifikasi hasil perikanan.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pembangunan Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey Kabupaten Fakfak melalui Inovasi Pascapanen dan Diversifikasi Hasil Perikanan guna Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Komoditi Unggulan Lokal”, yang digelar Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi di Kampung Saharey, Kamis (20/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 1803-03/Fakfak Timur, Koptu Arobi Keliobas, turut hadir sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah binaannya.
FGD menjadi ruang bersama untuk menggali potensi, mengidentifikasi berbagai persoalan, sekaligus menyerap gagasan masyarakat terkait arah pembangunan kawasan transmigrasi Weri-Saharey.
Pembahasan tidak hanya menitikberatkan pada produksi, tetapi juga bagaimana hasil pertanian dan perikanan masyarakat dapat diolah menjadi produk bernilai tambah. Khusus sektor perikanan, inovasi pascapanen dan diversifikasi hasil diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kehadiran Babinsa dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara TNI, pemerintah, tokoh masyarakat dan warga. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program pembangunan kawasan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.
Kepala Distrik Fakfak Timur Gani Samay, S.E., Sekretaris Kampung Saharey Abas Tungging, Kepala Kampung Saharey Zainudin Arbakala, Kepala Kampung Weri Marthen S. Fuad, serta Ketua Tim 1 Ekspedisi Patriot Kasmiati S.TP., M.P., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Selain itu, FGD diikuti Baperkam Saharey Husein Arbakala, Sekretaris Kampung Saharey Nayu Ohibor, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, serta masyarakat Kampung Saharey.
Forum tersebut diharapkan menghasilkan gagasan dan langkah strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan kawasan Weri-Saharey, khususnya dengan memanfaatkan kekuatan komoditas lokal.
Jika dikelola secara tepat, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, potensi pertanian dan perikanan Weri-Saharey bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan kawasan transmigrasi pada akhirnya tidak cukup hanya membangun wilayah. Yang lebih penting adalah membangun nilai tambah, membuka peluang ekonomi, dan memastikan masyarakat lokal menjadi bagian utama dari setiap proses pembangunan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
