FAKFAK,PinFunPapua.com – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Bomberay saat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan hutan Kampung Wonodadi Mulia, Distrik Tomage, Kabupaten Fakfak, Selasa (7/7/2026). Berkat gerak cepat aparat kepolisian bersama masyarakat, upaya pengendalian api segera dilakukan guna mencegah kobaran meluas hingga mengancam permukiman warga.
Kapolsek Bomberay, IPTU Aldin La Ady, S.H., mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pukul 15.40 WIT. Tanpa menunggu lama, personel piket Polsek Bomberay yang dipimpin Kanit Reskrim IPDA I Made Kadek Sambe Adayane langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan awal.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar kawasan hutan dan lahan gambut yang dikenal sangat mudah terbakar saat musim panas. Dengan peralatan yang tersedia, personel Polsek Bomberay bersama warga bahu-membahu berupaya memadamkan serta membatasi penyebaran api agar tidak semakin meluas.
Namun, hingga sekitar pukul 17.10 WIT, sejumlah titik api masih terlihat menyala. Cuaca panas yang disertai tiupan angin membuat kobaran api terus menjalar dan mulai mendekati area permukiman serta lahan perkebunan milik masyarakat di Kampung Wonodadi Mulia maupun Kampung Warisa Mulia.
Dalam proses penanganan, personel Polsek Bomberay melaksanakan berbagai tindakan kepolisian, mulai dari menerima laporan masyarakat, mendatangi lokasi kejadian, melakukan pemantauan, hingga mendokumentasikan kondisi di lapangan sebagai bahan pelaporan dan evaluasi.
Tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, Polsek Bomberay juga mengedepankan langkah pencegahan. Melalui Bhabinkamtibmas, polisi secara intensif melakukan kegiatan sambang dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Kapolsek Bomberay menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, rentang waktu pukul 12.00 hingga 15.00 WIT merupakan periode paling rawan terjadinya kebakaran di wilayah Distrik Bomberay dan Distrik Tomage. Tingginya suhu udara serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar menjadi faktor utama meningkatnya risiko Karhutla.
Terkait penyebab kebakaran, IPTU Aldin La Ady menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Seluruh kemungkinan akan didalami dengan mengumpulkan keterangan dari masyarakat maupun hasil pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek Bomberay agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” tegas IPTU Aldin La Ady.
Hingga berita ini diturunkan, personel Polsek Bomberay bersama unsur terkait masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah tersebut tetap aman dan kondusif, sementara upaya pencegahan serta edukasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan untuk meminimalkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Menjaga hutan bukan hanya tugas pemerintah dan aparat, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Satu tindakan kecil yang peduli terhadap lingkungan hari ini akan menjadi warisan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa depan.”
(Jurnalis : Risman Bauw).
