MANOKWARI,PinFunPapua.com – Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Dr. Filep Wamafma, S.H., M.Hum., C.L.A., mendorong mahasiswa tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga, seni, kreativitas, serta organisasi kemahasiswaan.
Menurut Filep, kampus harus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan seluruh potensi diri sekaligus membentuk generasi Papua yang percaya diri, disiplin, kreatif, dan mampu bersaing.
“Saya ingin mahasiswa IHTP berprestasi secara akademik sekaligus non-akademik. Kembangkan bakat dan minat hingga berprestasi di lapangan olahraga, panggung seni, serta memiliki kemampuan kepemimpinan organisasi. Kampus harus menjadi tempat lahirnya generasi Papua yang percaya diri, disiplin, dan mampu bersaing,” tegasnya, Jumat (30/10/2026).
Dalam bidang olahraga, Filep menginstruksikan agar pembinaan tim basket, sepak bola, dan futsal dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Usai pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS), IHTP akan menggelar seleksi pemain sepak bola dan futsal untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam pertandingan di Sorong serta penyelenggaraan Piala Rektor IHTP antarsemester.
Sementara itu, tim basket didorong menggelar pertandingan persahabatan dan ekshibisi setiap satu hingga dua minggu bersama SMA maupun klub basket di Manokwari.
Filep menegaskan bahwa prestasi membutuhkan latihan, disiplin, kerja keras, dan mental pantang menyerah.
“Prestasi tidak datang secara tiba-tiba. Harus dibangun melalui latihan, kerja keras, disiplin, dan doa. Jangan takut kalah, karena kekalahan merupakan bagian dari proses menuju kemenangan,” ujarnya.
Ia juga menggagas Pekan Olahraga Mahasiswa Papua Barat dengan melibatkan mahasiswa dari Manokwari, Fakfak, Kaimana, Teluk Bintuni, dan daerah lainnya.
Tidak hanya olahraga, pengembangan seni dan kreativitas mahasiswa juga menjadi perhatian IHTP.
Dalam menyambut Natal 2026, Filep menggagas Konser Paduan Suara Agung IHTP yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kebersamaan, mempererat solidaritas, serta menghargai keberagaman di lingkungan kampus.
“Konser akan menampilkan puji-pujian dan lagu rohani Natal, disertai refleksi singkat mengenai makna kelahiran Kristus. Persiapan dan latihan harus dilakukan secara serius dengan melibatkan pelatih serta koordinasi antarunit kampus,” jelasnya.
Selain itu, Dies Natalis IHTP pada 17 Februari 2027 akan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menampilkan berbagai kemampuan melalui kegiatan olahraga, seni, kreativitas, dan kompetisi.
Filep menyebut panitia akan dibentuk untuk mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan. Ke depan, IHTP juga membuka peluang melibatkan perguruan tinggi lain setelah kesiapan internal kampus terpenuhi.
Di bidang organisasi, Filep yang juga merupakan senator Papua Barat mendorong penguatan kelembagaan mahasiswa melalui musyawarah di tingkat program studi atau jurusan, yang dilanjutkan dengan pemilihan Presiden Mahasiswa IHTP.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan merupakan wadah penting untuk membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan mengambil keputusan.
“Organisasi mahasiswa harus menjadi tempat belajar kepemimpinan, tanggung jawab, komunikasi, dan pengambilan keputusan. Mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini untuk membangun pengalaman dan kapasitas diri,” katanya.
Meski mendorong berbagai kegiatan non-akademik, Filep mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan kewajiban utama sebagai peserta didik.
“Silakan menjadi atlet, penyanyi, pemimpin organisasi, dan kreator yang hebat. Tetapi jangan sampai prestasi di luar kelas membuat kuliah terbengkalai. Keduanya harus berjalan seimbang. Kuliah tetap menjadi tanggung jawab utama,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa yang berhasil membawa nama baik IHTP melalui berbagai kompetisi harus mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus berprestasi.
Menurut Filep, pembangunan sumber daya manusia Papua membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik, matang secara emosional, kreatif, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“IHTP harus menjadi rumah besar pengembangan potensi anak-anak Papua. Kita ingin melahirkan sarjana yang berilmu, atlet yang berprestasi, seniman yang kreatif, dan pemimpin masa depan yang berintegritas. Kuliah itu bahagia, dan berprestasi adalah kebanggaan,” pungkasnya.
Sebab, keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari nilai di atas kertas, tetapi juga dari karakter, keterampilan, kreativitas, dan kemampuan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Kampus yang hebat bukan hanya melahirkan sarjana, tetapi juga membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.
(Red).
