MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Barat melaksanakan penanaman jagung serentak yang dilakukan secara nasional. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan yang diusung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penanaman jagung serentak ini menargetkan total luas lahan sebesar 1 juta hektare di seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut melibatkan seluruh Kepolisian Daerah (Polda) di setiap provinsi. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Polri, Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Perum Perhutani, PT Inhutani, pihak swasta, dan petani swadaya.

Program penanaman ini diikuti oleh 508 Polres, 4.962 Polsek, 3.502 desa percontohan, 30.144 desa non-percontohan, dan melibatkan 27.383 anggota polisi sebagai penggerak di seluruh Indonesia. Di Papua Barat, kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Macuan, Distrik Masni, SP 5, Kabupaten Manokwari. Lahan seluas 2 hektare yang digunakan merupakan hasil swadaya masyarakat setempat.
Penanaman jagung serentak di Papua Barat dipimpin oleh Wakapolda Papua Barat, Brigjen Pol Yosi Muhamartha, dan dihadiri oleh Asisten II Papua Barat, Melkias Werinussa, Forkopimda Papua Barat, Pejabat Utama (PJU) Polda Papua Barat, serta para petani yang turut berpartisipasi.
Program ini menargetkan pencapaian 1 juta hektare penanaman jagung secara nasional pada tahun 2025. Di Provinsi Papua Barat sendiri, Kementerian Pertanian menetapkan target seluas 15.000 hektare. Lahan yang akan digunakan untuk program ini tengah dikaji untuk memastikan kesesuaiannya, baik dari segi kepemilikan lahan perusahaan seperti sawit atau kelapa, maupun lahan swadaya masyarakat.

“Ini tentunya kita memverifikasi lagi sehingga lahan itu betul-betul sesuai dengan jumlah target yang ditetapkan oleh Kementan,” ujar Brigjen Pol Yosi Muhamartha.
Saat ini, Polda Papua Barat melalui jajaran Polres dan pemerintah kabupaten telah menyiapkan lahan seluas 6,75 hektare untuk penanaman jagung, kecuali di Kabupaten Pegunungan Arfak. Sebanyak 150 personel Bhabinkamtibmas dari Polda Papua Barat juga dilibatkan dalam kegiatan ini. Mereka akan mendampingi setiap kelompok tani di berbagai wilayah. Target hasil panen dari setiap hektare di Papua Barat diproyeksikan mencapai 4 ton.
Asisten II Papua Barat, Melkias Werinussa, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat sepenuhnya mendukung program penanaman jagung serentak ini. “Kami siap mendukung target pemerintah dalam mewujudkan program 1 juta hektare penanaman jagung di Indonesia,” ungkapnya.

Program penanaman jagung ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal, khususnya di Papua Barat. Dukungan dari berbagai pihak di tingkat pusat hingga daerah menjadi kunci keberhasilan program strategis ini. (JN)
