MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua Pilar Papua Rakyat Papua Barat, Jekson Kapisa, memberikan apresiasi terhadap kinerja George Karel Dedaida, S.Hut., M.Si., selama menjabat sebagai Ketua Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat periode 2019–2024. Sebagai anak asli Papua, George dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam program pembangunan di Papua Barat, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.
“George layak diberikan kesempatan untuk mengabdi di Papua Barat Daya sebagai tokoh pejuang pemekaran. Kontribusinya sangat nyata bagi masyarakat,” ujar Jekson Kapisa.
Jekson menyatakan dukungannya terhadap George Karel Dedaida untuk mengikuti seleksi sebagai anggota DPR Papua Barat Daya periode 2024–2029. Menurutnya, George memiliki kapasitas untuk mengawasi kebijakan publik, mengusulkan regulasi, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat adat Papua.
Jekson mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Ketua Fraksi Otsus, George berhasil menginisiasi sejumlah peraturan daerah khusus (Perdasus) dan peraturan daerah provinsi (Perdasi) yang bermanfaat bagi masyarakat Papua Barat. Beberapa regulasi penting yang diinisiasinya antara lain:
1. Perdasus Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Minyak dan Gas (Migas).
2. Pengangkatan Anggota DPR Papua Barat dalam Kerangka Otsus
3. Pembagian dan Pengelolaan Dana Otsus Provinsi Papua Barat.
4. Pedoman Penyelenggaraan Pengusaha Asli Papua di Papua Barat.
5. Perlindungan Masyarakat Adat di Papua Barat.
6. Pembangunan Berkelanjutan (Konservasi) di Papua Barat.
7. Penyediaan Rumah bagi Orang Asli Papua.
Selain itu, George juga mendorong usulan regulasi untuk bantuan hibah kepada sekolah tinggi swasta, program UMKM bagi masyarakat, dan berbagai program lain yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Papua.
Jekson juga memuji peran George dalam percepatan pemekaran Papua Barat Daya. Sebagai Ketua Panitia Kerja (Panja) DPR Papua Barat, George aktif melakukan lobi politik bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat dan DPRD Papua Barat, sehingga revisi draft pemekaran dapat diselesaikan tepat waktu. Dukungan ini berkontribusi pada pembahasan di tingkat nasional.
“Proses pemekaran memang penuh tantangan, terutama terkait dukungan anggaran di Pemprov Papua Barat. Namun, berkat kerja keras George bersama Ketua DPRD dan tim lainnya, proses pemekaran bisa berjalan dengan baik,” jelas Jekson.
Jekson juga menyoroti perhatian George terhadap penerimaan anak-anak asli Papua di sekolah afirmasi, seperti Akmil, Akpol, Bintara dan Tamtama Polri, IPDN, serta sekolah kementerian lainnya. Menurut Jekson, George adalah sosok yang konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat Papua di DPRD.
“Jika ada pihak yang meragukan kontribusi George selama menjabat, itu jelas keliru. Data dan fakta menunjukkan bahwa ia telah berbuat banyak untuk masyarakat Papua,” tegas Jekson.
Sebagai penutup, Jekson mengajak semua pihak untuk bersatu mendukung pembangunan di Papua Barat dan Papua Barat Daya sebagai provinsi baru, tanpa terpengaruh oleh pernyataan yang dapat memecah belah masyarakat. “Sebagai anak asli Papua, kita harus saling mend
ukung untuk membangun daerah kita,” pungkasnya. (JN)
