JAYAPURA,PinFunPapua.com – Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) Se-Indonesia di Jayapura dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana pembentukan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) Benawa di Kabupaten Yalimo, Papua.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum HMKY Se-Indonesia di Jayapura, Peres Walilo, melalui rilis yang diterima media ini via WhatsApp, Rabu (11/3/2026).
Menurut Peres, rencana pembentukan daerah otonomi baru tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan, serta kondisi sosial masyarakat setempat.
“Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa keberhasilan daerah otonomi baru sangat bergantung pada kesiapan SDM, sistem pemerintahan yang kuat, serta kemampuan masyarakat menghadapi dinamika sosial dan ekonomi,” ujarnya.
Ia menilai salah satu tantangan utama adalah kesiapan sumber daya manusia di Kabupaten Yalimo yang masih terbatas. Dengan kondisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang relatif rendah, pemekaran wilayah dikhawatirkan akan menghadapi kesulitan dalam membangun pemerintahan yang efektif dan pelayanan publik yang berkualitas.
Selain itu, HMKY juga menilai secara administratif wilayah yang diusulkan menjadi CDOB Benawa belum memenuhi syarat. Struktur pemerintahan dinilai masih terbatas, termasuk jumlah distrik dan kesiapan perangkat birokrasi yang belum memadai.
Mahasiswa juga menyoroti potensi dampak sosial dari rencana pemekaran tersebut, termasuk ancaman terhadap keberlangsungan masyarakat adat, potensi konflik kepentingan, hingga kemungkinan eksploitasi sumber daya alam yang dapat merusak lingkungan.
“Pembentukan DOB Benawa tidak boleh dipaksakan sebelum seluruh syarat administratif, sosial, dan ekologis benar-benar terpenuhi,” tegas Peres.
HMKY Se-Indonesia juga meminta pemerintah daerah, termasuk Bupati, DPRD, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang telah menyetujui rencana tersebut untuk memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat.
Selain itu, mahasiswa menilai pemerintah daerah seharusnya lebih fokus pada upaya pemulihan dan pembangunan Kabupaten Yalimo yang ada saat ini.
Sebagai bentuk sikap, mahasiswa asal Yalimo yang berada di berbagai daerah di Indonesia berencana melakukan aksi dan jumpa pers secara serentak untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait penolakan terhadap rencana CDOB Benawa.
jika pernyataan ini tidak di indakan maka mahasiswa HMKY siap lakukan mobilisasi masa lumpuhkan ibu kota kabupaten. (Rls/R.B).
