MANOKWARI, PinFunPapua.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Abdul Fatah, mengapresiasi pengelolaan SMA Negeri Taruna Kasuari Nusantara yang telah menerapkan pembiayaan pendidikan tanpa pungutan langsung dari orang tua siswa.
Menurutnya, meski belum sepenuhnya mengadopsi sistem pendidikan gratis secara utuh, sekolah ini sudah menjadi contoh positif dalam penyelenggaraan pendidikan berasrama yang berkualitas.
“Saya sudah membandingkan dengan SMA Taruna di Maalang, dan ternyata kita di Papua Barat jauh lebih didukung. Pembiayaan di sini nol, tanpa pungutan. Ini sangat membantu orang tua,” tutur Fatah.
Namun, ia mengakui bahwa konsep pendidikan gratis masih menjadi tantangan. Belum semua daerah di Papua Barat memiliki anggaran memadai untuk menyelenggarakan sekolah gratis sepenuhnya. Beberapa kabupaten seperti Teluk Bintuni dan Kaimana memang sudah memberikan kompensasi biaya selama satu tahun, namun belum bersifat menyeluruh.
Fatah menjelaskan bahwa amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan regulasi khusus sebenarnya mengarahkan alokasi 30 persen anggaran untuk sektor pendidikan. Sayangnya, kondisi keuangan negara belum memungkinkan implementasi sepenuhnya.
“Kami minta maaf jika ada program pendidikan yang belum bisa dijangkau, termasuk konsep sekolah sepanjang hari yang seharusnya bisa diterapkan. Tapi kami tetap berupaya maksimal dalam kondisi yang ada,” pungkasnya (red)
