MANOKWARI, PinFunPapua.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat tengah menyiapkan bangsal khusus untuk penanganan pasien penyakit menular seperti tuberkulosis (TBC), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan diare. Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan standar layanan kesehatan dan mencegah penularan penyakit menular antar pasien.
Direktur RSUD Papua Barat, dr. Arnold Tiniap, menjelaskan bahwa selama ini pasien dengan penyakit menular masih dirawat di ruangan yang sama dengan pasien umum, baik di RSUD maupun di rumah sakit lainnya. Padahal, menurutnya, penyakit menular seperti TBC memiliki risiko penularan yang sangat tinggi jika tidak ditangani dalam ruang isolasi khusus.
“Bangsalnya sudah tersedia, hanya tinggal dilengkapi. Ruangan tersebut dirancang khusus dengan sistem ventilasi yang sesuai dengan standar medis agar pasien TBC dan penyakit menular lainnya mendapatkan pelayanan rawat inap yang aman dan terpisah dari pasien lain,” ujar dr. Arnold belum lama ini di Manokwari.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh yang sedang dilakukan oleh RSUD Papua Barat dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan, khususnya untuk kasus penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar di wilayah Papua dan Papua Barat.
“Di Papua, kita belum selesai dengan penyakit-penyakit menular, terutama yang menyerang saluran pernapasan. TBC masih menjadi salah satu penyakit paling mematikan saat ini,” tegasnya.
Menurut dr. Arnold, fasilitas bangsal khusus ini juga menjadi penting mengingat masih tingginya angka penyebaran penyakit menular di wilayah timur Indonesia. Dengan adanya ruang isolasi yang memadai, pasien dapat ditangani secara lebih profesional dan aman, sehingga dapat mengurangi risiko penularan kepada pasien lain maupun tenaga medis.
Pihak rumah sakit berharap dukungan dari pemerintah daerah dan kementerian terkait agar proses pelengkapan fasilitas bangsal ini dapat segera rampung dan difungsikan. Selain itu, ia menekankan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terkait penularan penyakit serta pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan rutin di fasilitas kesehatan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap gejala-gejala penyakit menular dan segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan pernapasan atau gejala lainnya. Pencegahan dan penanganan dini adalah kunci untuk menekan angka kematian akibat penyakit menular seperti TBC,” tutup dr. Arnold. (red)
