FAKFAK, PinFunPapua.com — Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, mengeluarkan pernyataan tegas kepada seluruh kepala kampung di wilayah Kabupaten Fakfak untuk tidak menyalahgunakan dana kampung. Dalam peringatan keras yang disampaikan pada Senin (21/7/2025), ia menegaskan bahwa segala bentuk penyimpangan anggaran, khususnya untuk kepentingan pribadi seperti pembelian mobil atau barang-barang mewah, tidak akan ditoleransi.
“Saya tidak mau lihat ada kepala kampung beli mobil, tapi rakyatnya tetap susah. Itu tidak masuk akal. Saya akan perintahkan polisi tangkap kalau masih terjadi,” ujar Bupati dengan nada serius.
Ia menjelaskan bahwa dana kampung merupakan instrumen pembangunan yang bersumber dari negara dan harus digunakan sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kampung-kampung. Menurutnya, praktik lama yang menyimpang, di mana dana publik digunakan untuk kepentingan pribadi, harus dihentikan.
Bupati Samaun menyatakan bahwa dirinya bersama Wakil Bupati Fakfak telah bersepakat untuk mengambil langkah tegas dalam penegakan disiplin pengelolaan dana kampung. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah tidak segan untuk memberhentikan kepala kampung yang terbukti menyalahi aturan.
“Saya sudah perintahkan, kalau ada yang menyalahgunakan dana kampung, langsung ditindak. Saya tidak segan keluarkan SK pemberhentian,” tegasnya.
Sebagai upaya pencegahan dan penegakan hukum, Pemerintah Kabupaten Fakfak akan membentuk tim pengawasan khusus yang terdiri atas unsur Pemerintah Daerah, Inspektorat, Kepolisian, dan Kejaksaan. Tim ini bertugas melakukan pengawasan langsung serta pemeriksaan rutin terhadap penggunaan dana kampung di seluruh distrik.
Lebih lanjut, Bupati juga mendorong partisipasi aktif dari masyarakat dalam mengawasi jalannya penggunaan dana desa. Ia menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan publik, terutama di tingkat kampung.
“Kita cukup dengan pola lama. Sekarang waktunya kita perbaiki. Rakyat harus merasakan langsung dampak dari dana kampung. Tidak boleh lagi ada yang main-main,” pungkasnya. (Risman)
