MANOKWARI, PinFunPapua.com – Sejumlah organisasi mahasiswa di Manokwari, Papua Barat, menggelar aksi demonstrasi damai di Jalan Haji Bauw, Wosi, Manokwari, Rabu (3/9/2025). Aspirasi mereka diterima langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat, Orgenes Wonggor.
Dalam aksinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Beberapa di antaranya adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan RUU Hukum Adat, pembatalan kenaikan pajak yang dinilai membebani rakyat, serta pencopotan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak reformasi institusi Polri dengan mencopot Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai Kapolri. Mereka meminta audit terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kontribusinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Massa aksi juga menolak kebijakan efisiensi anggaran di Tanah Papua secara keseluruhan, serta mendesak DPR Papua Barat agar menekan Kejaksaan Tinggi Papua Barat untuk menyelesaikan kasus Jalan Mogoi–Merdey dan Jalan Trans Kaimana–Wondama secara transparan.
Selain itu, mereka menuntut pencabutan permanen izin PT. Borneo Subur Prima, pemeriksaan transparan terhadap dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Papua Barat, serta pemberhentian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Papua Barat, Orgenes Wonggor, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi sesuai kewenangan.

“Kalau memang menjadi urusan daerah, secara kelembagaan akan kami tindaklanjuti. Namun, jika menjadi kewenangan pusat, tentu akan kami teruskan kepada pemerintah pusat,” kata Orgenes kepada wartawan di Manokwari.
Lebih lanjut, Orgenes menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua Barat dan Kapolresta Manokwari atas peran mereka dalam menjaga keamanan dan kenyamanan selama aksi berlangsung.
“Dengan kerja sama TNI dan Polri, situasi kamtibmas di Papua Barat tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Orgenes, di sejumlah daerah lain aksi demonstrasi sering kali berujung ricuh bahkan menelan korban jiwa. Namun, ia bersyukur bahwa di Papua Barat penyampaian aspirasi berlangsung damai dan santun.
“Walaupun aksi demo, mahasiswa mampu menyampaikan aspirasi dengan tertib. Hal ini patut diapresiasi,” pungkasnya. ( Dhy)
