MANOKWARI, PinFunPapua.com – Ketua STIH Manokwari, Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum., menegaskan komitmen kampus yang dipimpinnya untuk terus bertransformasi menuju perguruan tinggi hukum yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Dr. Filep saat diwawancarai, Selasa (17/02/2026).
Menurutnya, STIH Manokwari telah melakukan penataan konsep keunggulan sejak sekitar 15 tahun terakhir sebagai respons terhadap dinamika persaingan perguruan tinggi yang semakin terbuka.
“Sekarang ini era persaingan. Calon mahasiswa diberikan banyak pilihan, dan pilihan itu salah satunya soal keunggulan. Karena itu, sejak 15 tahun lalu kami sudah mulai menata konsep unggul, terutama dari aspek hukum,” ujarnya.
Reformasi Kurikulum dan Adaptasi Hukum Siber
Dr. Filep menjelaskan, transformasi dilakukan melalui revisi kurikulum berbasis kebutuhan kekinian dan standar nasional, dengan penekanan pada praktik hukum. Pihak kampus juga telah membentuk tim evaluasi kurikulum dan menggelar seminar akademik sebagai bagian dari pembaruan.
“Kami sadar dinamika hukum berkembang sangat cepat, termasuk hukum siber, kejahatan transnasional, ekonomi digital, hingga persoalan investasi dan hak ulayat. Semester depan sudah akan diterapkan kurikulum baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, kurikulum STIH Manokwari tidak akan disusun secara generik, melainkan memiliki karakter khas yang relevan dengan konteks Papua Barat, termasuk isu hak ulayat, investasi, kontrak bisnis, dan dinamika pemerintahan daerah.
“Kami ingin lulusan kami tidak hanya memahami teori, tetapi mampu memecahkan persoalan konkret di masyarakat,” tambahnya.
Peningkatan Kualitas Dosen dan Budaya Riset
Selain kurikulum, peningkatan kualifikasi dosen juga menjadi prioritas. Saat ini, kata Dr. Filep, tidak ada lagi dosen berpendidikan S1 di lingkungan kampus. Hampir seluruhnya bergelar magister dan sebagian telah meraih gelar doktor.
Untuk memperkuat daya saing, STIH Manokwari juga menggelar pelatihan bagi dosen agar mampu memenangkan hibah penelitian nasional maupun internasional.
“Kami sudah siapkan sekitar 20 hingga 30 proposal penelitian untuk ikut kompetisi, baik melalui BRIN maupun kementerian. Target kami, dosen-dosen STIH satu tingkat lebih cepat menjadi peneliti nasional dan internasional,” tegasnya.
Target Akreditasi Unggul
Saat ini, akreditasi institusi dan program studi STIH Manokwari berada pada predikat “Baik Sekali”. Menurut Dr. Filep, capaian tersebut menjadi bukti bahwa standar mutu pendidikan telah berjalan sesuai sistem penjaminan mutu.
“Minimal kami harus bertahan di ‘Baik Sekali’, karena itu sudah peringkat kedua dalam sistem akreditasi. Tapi target jangka panjang kami tentu menuju ‘Unggul’,” katanya optimistis.
Integrasi Otonomi Khusus
Dalam konteks Papua Barat, STIH Manokwari juga mengintegrasikan materi Hukum Otonomi Khusus dalam kurikulum. Mata kuliah tersebut, menurut Dr. Filep, menjadi bagian penting agar mahasiswa memahami implementasi Otsus secara substantif.
“Bicara Otsus bukan hanya bunyinya, tapi isinya harus dipahami. Ke depan, jika kami membuka Program Studi Ilmu Pemerintahan, maka implementasi Otsus akan menjadi roh utama,” jelasnya.
Menuju Kampus Percontohan
Memasuki usia 51 tahun, STIH Manokwari disebut telah melewati berbagai fase, mulai dari krisis moneter 1998 hingga dinamika politik dan ekonomi nasional. Seluruh pengalaman tersebut, kata Dr. Filep, menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat fondasi kelembagaan.
“Kami ingin suatu saat nanti STIH Manokwari bertransformasi status kelembagaannya dan menjadi kampus hukum yang benar-benar unggul serta menjadi percontohan dalam pembangunan pendidikan hukum,” pungkasnya. (JN)
