JAKARTA, PinFunPapua.com – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) bersama para jurnalis menggelar kegiatan sosial dengan membagikan sekitar 1.500 paket makanan dan takjil kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik di sekitar kawasan Mabes Polri, Jakarta Selatan, sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka puasa.
Pembagian paket makanan dan takjil ini menyasar berbagai kalangan masyarakat, terutama para pekerja yang masih berada di jalan saat waktu berbuka puasa semakin dekat. Di antaranya para pengemudi ojek daring, pengemudi angkutan umum, serta masyarakat lainnya yang tengah menjalankan aktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudho Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan empati Polri bersama insan pers terhadap masyarakat, khususnya mereka yang masih bekerja di jalan saat waktu berbuka puasa.
Menurutnya, para pengemudi ojek daring dan pengemudi kendaraan umum lainnya merupakan bagian dari masyarakat yang tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga layak mendapatkan perhatian bersama.
“Seperti para pengemudi ojek online dan juga pengemudi kendaraan umum lainnya. Mereka yang masih bekerja di jalan tentu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Trunoyudho.
Selain kegiatan berbagi, Trunoyudho juga menyampaikan harapannya agar pelaksanaan arus mudik masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri dapat berjalan dengan aman dan lancar. Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian telah menyiapkan berbagai langkah strategis serta pelayanan maksimal guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik.
Polri, kata dia, terus berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat melalui berbagai persiapan, termasuk pengamanan jalur mudik, pengaturan lalu lintas, serta penyediaan layanan bagi para pemudik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pemudik.
“Keselamatan adalah hal yang paling utama dalam perjalanan mudik. Yang terpenting bukan seberapa cepat sampai, tetapi bisa tiba di tujuan dengan selamat,” jelasnya.
Selain itu, Trunoyudho turut mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kondisi lingkungan tempat tinggal kepada aparat kepolisian, terutama saat meninggalkan rumah untuk mudik. Ia menyarankan agar masyarakat dapat berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat, serta memanfaatkan peran Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah masing-masing.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan maupun pengawasan rumah yang ditinggalkan selama mudik di kantor kepolisian terdekat.
“Bisa juga menitipkan kendaraan di Polsek atau kantor kepolisian terdekat. Silakan fasilitas ini dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (ted/rls)
