MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pelaksanaan Operasi Ketupat Mansinam 2026 di wilayah hukum Polda Papua Barat selama sepekan berjalan dengan situasi yang relatif kondusif. Hal ini terlihat dari menurunnya angka gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dibandingkan tahun sebelumnya.
Data analisa dan evaluasi mencatat, gangguan kamtibmas pada periode 13–20 Maret 2026 sebanyak 65 kejadian. Jumlah ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 80 kejadian, atau turun sekitar 19 persen.
Penurunan juga terjadi pada tren empat jenis kejahatan yang tercatat sebanyak 65 kasus di tahun 2026, dibandingkan 82 kasus pada tahun 2025, atau berkurang 21 persen.
Untuk kasus-kasus menonjol, jumlahnya juga mengalami penurunan. Tahun 2026 tercatat 42 kasus, lebih rendah dari 48 kasus pada tahun sebelumnya atau turun sekitar 12 persen. Meski demikian, terdapat beberapa jenis kejahatan yang mengalami peningkatan, seperti pencurian biasa yang naik 50 persen dan kasus narkotika yang meningkat 100 persen.
Sebaliknya, sejumlah kasus justru menunjukkan penurunan signifikan, di antaranya curas dan anirat yang masing-masing turun hingga 100 persen, serta penganiayaan yang menurun 53 persen.
Direktur Lalu Lintas Polda Papua Barat, Arief Bahitar, menyebutkan bahwa kondisi kamtibmas selama operasi berlangsung secara umum tetap aman dan terkendali.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga ketertiban, khususnya dalam momentum perayaan Idulfitri.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan dan tertib berlalu lintas, sehingga situasi tetap kondusif hingga operasi berakhir,” ujarnya.
Di sektor lalu lintas, jumlah kecelakaan tercatat sebanyak 4 kasus, sama seperti tahun sebelumnya. Namun, terdapat peningkatan pada korban meninggal dunia menjadi 1 kasus serta korban luka berat menjadi 5 kasus. Sementara korban luka ringan menurun menjadi 2 kasus.
Dengan capaian ini, diharapkan sinergi antara aparat dan masyarakat dapat terus dipertahankan guna menjaga stabilitas kamtibmas di Papua Barat selama berlangsungnya Operasi Ketupat Mansinam 2026. (JN)
