FAKFAK,PinFunPapua.com – Umat Katolik di Paroki Santo Yosep Fakfak mengikuti perayaan Misa Kamis Putih yang dipimpin Pastor Asisten, Pastor Leonardus Laratmase, MSC, Kamis (2/4/2026). Perayaan ini menandai dimulainya Tri Hari Suci (Triduum Paskah) yang mengenangkan sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus Kristus.
Dalam khotbahnya, Pastor Leonardus mengajak umat untuk tidak memandang Ekaristi sebagai rutinitas, melainkan sebagai sumber dan pusat kehidupan iman. Ia menegaskan bahwa hidup manusia menjadi berharga ketika berada dalam penyelenggaraan Tuhan, seperti roti Ekaristi yang memiliki makna karena berada di tangan-Nya.
“Hidup kita menjadi berarti ketika kita berani berkorban dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa makna Ekaristi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap berbagi dan pengorbanan. Menurutnya, ajaran Yesus tentang penyerahan diri menjadi teladan bagi umat dalam relasi dengan keluarga, pekerjaan, dan sesama.

Selain itu, Pastor Leonardus menyoroti makna pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan. Ia mengingatkan bahwa pelayanan sejati sering kali menuntut pengorbanan, bahkan dalam situasi sulit.
“Kasih itu bukan sekadar teori, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui pelayanan dan pengorbanan,” tegasnya.
Perayaan Kamis Putih merupakan peringatan Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya, yang sekaligus menjadi dasar penetapan Sakramen Ekaristi dan Imamat, serta teladan pelayanan melalui pembasuhan kaki.
Usai misa, dilaksanakan prosesi pemindahan Sakramen Mahakudus ke Gua Maria atau taman doa paroki sebagai simbol permenungan Yesus di Taman Getsemani. Kegiatan dilanjutkan dengan adorasi dalam suasana hening dan khusyuk, serta doa bergiliran oleh umat hingga malam hari.
Melalui perayaan ini, umat diharapkan semakin menghayati Ekaristi sebagai sumber kehidupan iman, sekaligus panggilan untuk hidup dalam kasih, pelayanan, dan pengorbanan bagi sesama. (Risman Bauw).
