MANOKWARI,PinFunPapua.com – Setelah hampir dua tahun mengemban amanah sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Manokwari, Iptu Nurfah Tajong resmi mengakhiri masa tugasnya dengan meninggalkan sejumlah catatan, pengalaman, serta harapan bagi penerusnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib berlalu lintas.
Bagi Nurfah, memimpin Satlantas Polresta Manokwari merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selain menjalankan tugas penegakan hukum di bidang lalu lintas, ia juga banyak membangun hubungan baik dengan berbagai elemen masyarakat, instansi pemerintah, komunitas, hingga para pengguna jalan.
Selama menjalankan tugas, ia mengaku mendapat dukungan penuh dari pimpinan Polresta Manokwari, seluruh personel Satlantas, serta berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Polresta Manokwari, seluruh jajaran Satlantas, serta semua rekan kerja yang telah mendukung saya selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Kasat Lantas. Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, banyak teman baru, dan banyak pelajaran berharga selama bertugas di Manokwari,” ujar Nurfah kepada PinFunPapua.com.
Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Manokwari yang selama ini telah menunjukkan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Menurutnya, kepatuhan masyarakat merupakan modal utama dalam menciptakan budaya berlalu lintas yang aman dan tertib.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Manokwari yang sudah tertib berlalu lintas. Saya berharap budaya baik ini terus dipertahankan dan menjadi teladan bagi masyarakat lainnya,” katanya.
Meski demikian, Nurfah mengakui bahwa tingkat kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas masih perlu terus ditingkatkan. Selama menjabat, ia masih menemukan berbagai bentuk pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Beberapa pelanggaran yang masih sering terjadi antara lain pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm saat berkendara, hingga pengendara yang mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, pelanggaran-pelanggaran tersebut masih menjadi tantangan bagi jajaran Satlantas karena selain melanggar aturan, juga meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas.
“Masih banyak yang perlu dibenahi. Ada masyarakat yang masih melawan arus, tidak menggunakan helm, dan belum sepenuhnya sadar akan pentingnya keselamatan di jalan. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus terus dilakukan melalui edukasi maupun penegakan hukum,” ujarnya.
Selain itu, Nurfah menyoroti maraknya aksi balap liar yang kerap terjadi pada malam akhir pekan, terutama pada Sabtu malam. Menurutnya, balap liar bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan lainnya.
Ia mengatakan, selama menjabat dirinya bersama personel Satlantas hampir setiap akhir pekan turun langsung ke lapangan untuk melakukan patroli dan penertiban terhadap aksi balap liar di sejumlah ruas jalan di Manokwari.
“Setiap malam Minggu kami rutin turun ke lapangan untuk melakukan penertiban balap liar. Kegiatan ini cukup menyita perhatian karena sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ungkapnya.
Meski berbagai upaya telah dilakukan melalui patroli, sosialisasi, hingga penegakan hukum, Nurfah menilai persoalan balap liar masih membutuhkan penanganan yang berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak, termasuk keluarga, sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Karena itu, ia berharap pejabat Kasat Lantas Polresta Manokwari, AKP Maulidi Prawira Husin yang baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Menurutnya, masih banyak program yang telah dirancang namun belum sempat direalisasikan karena keterbatasan waktu selama masa jabatannya.
“Masih banyak program yang ingin saya lakukan, namun belum semuanya dapat terlaksana. Saya berharap Kasat Lantas yang baru dapat melanjutkan program-program tersebut dengan inovasi baru agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan tingkat kepatuhan berlalu lintas semakin meningkat,” katanya.
Di akhir penyampaiannya, Nurfah berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin dengan baik. Ia meyakini bahwa terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tidak hanya menjadi tanggung jawab polisi, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat sebagai pengguna jalan.
“Saya berharap Kasat Lantas yang baru bersama seluruh jajaran dapat terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, melanjutkan program-program yang sudah ada, serta menghadirkan terobosan baru sehingga budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Manokwari semakin baik dari waktu ke waktu,” tutupnya.
(Jurnalis : Dhy).
