FAKFAK,PinFunPapua.com – Persoalan ruas Jalan Kayauni-Kokas kembali menjadi sorotan. Bertahun-tahun diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum juga mendapat penanganan yang dinilai serius, Aliansi Pemuda Kokas kini mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memberikan kepastian waktu perbaikan.
Ketua Aliansi Pemuda Kokas, Abdul Tanggi Irirwanas, menegaskan ruas Jalan Kayauni-Kokas bukan sekadar jalan biasa, melainkan akses utama masyarakat Kokas yang digunakan untuk menunjang berbagai aktivitas warga.
Hal itu disampaikan Abdul kepada media ini di Fakfak, Jumat (21/8/2026).
“Pertama bahwa Jalan Kayauni-Kokas merupakan akses utama masyarakat Kokas. Bagian ini menjadi poin penting,” tegasnya.
Menurut Abdul, kerusakan ruas jalan tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun, hingga kini masyarakat belum melihat adanya langkah nyata pemerintah dalam melakukan perbaikan, perawatan maupun pemeliharaan secara serius.
“Dalam hal ini kaitannya untuk upaya perbaikan, perawatan maupun pemeliharaan sehingga ini menjadi perhatian kita sebagai anak muda Kokas hari ini,” ungkapnya.
Ia mengaku, desakan pemuda Kokas terhadap pemerintah bukan tanpa alasan. Setiap tahun, kata dia, ruas Jalan Kayauni-Kokas selalu diperjuangkan agar masuk sebagai salah satu prioritas dalam Musrenbang.
Namun, aspirasi tersebut dinilai hanya berhenti pada tahap perencanaan tanpa kepastian realisasi di lapangan.
“Dari tahun ke tahun setiap kali Musrenbang sudah disepakati untuk diprioritaskan ruas Jalan Kayauni-Kokas, tetapi hanya ditampung selama ini oleh Pemerintah Kabupaten dan tidak ditindaklanjuti dengan langkah-langkah nyata di lapangan,” bebernya.
Karena itu, Aliansi Pemuda Kokas menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada kepastian dan pekerjaan benar-benar dilaksanakan.
“Kami sangat berharap adanya kepastian dari Pemerintah Daerah mengenai kapan persisnya waktu perbaikan jalan,” katanya.
Abdul menegaskan, masyarakat tidak lagi membutuhkan sekadar janji atau kembali mendengar bahwa jalan tersebut akan menjadi prioritas. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian waktu dan pekerjaan nyata.
Ia bahkan mengingatkan, apabila pemerintah tidak mengindahkan tuntutan masyarakat, warga Kokas telah menyiapkan langkah tegas.
“Sehingga kami akan mengawal ini sampai ada kepastian,” pungkasnya.
Harap Jalan Diperbaiki, Pemeliharaan Libatkan Distrik
Lebih lanjut, Abdul berharap apabila ruas Jalan Kayauni-Kokas nantinya diperbaiki, pekerjaan tersebut dilakukan secara maksimal sehingga akses masyarakat benar-benar kembali layak digunakan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga jalan setelah diperbaiki agar pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak kembali mengalami kerusakan akibat minimnya pemeliharaan.
“Kalau sudah diperbaiki ke depannya, mari kita sebagai masyarakat sama-sama menjaga jalan tersebut,” katanya.
Menurutnya, pemerintah juga perlu mempertimbangkan pelibatan pihak distrik dalam proses pemeliharaan jalan. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah pengawasan terhadap kondisi jalan di lapangan.
“Proses pemeliharaan jalan perlu dilibatkan ke distrik sehingga mudah dalam pemantauan,” ujarnya.
Pemalangan Disebut Bentuk Kekecewaan Warga
Abdul juga menanggapi aksi pemalangan ruas Jalan Kayauni-Kokas yang dilakukan warga pada Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan dan kemarahan masyarakat terhadap ketidakpastian pemerintah dalam merespons aspirasi mengenai kondisi jalan yang telah disampaikan berulang kali.
“Seakan-akan yang kami rasakan, Pemerintah hanya tempat menampung saja, tetapi tidak memberikan suatu kepastian kapan jalan tersebut akan diperbaiki,” ujarnya.
Ia menegaskan, aksi pemalangan tersebut merupakan tindakan masyarakat sebagai bentuk keresahan atas kondisi jalan yang tak kunjung mendapatkan solusi.
“Pemalangan itu mewakili keresahan kami masyarakat Kokas, khususnya anak muda Kokas, karena kita sudah anak muda yang bisa bikin sesuatu untuk kita punya negeri Kokas,” tandasnya.
Sebelumnya, warga melakukan pemalangan ruas Jalan Kayauni-Kokas pada Rabu (19/8/2026). Aksi tersebut berlangsung di sekitar area Aregas, wilayah perbatasan Distrik Kayauni dan Distrik Kokas.
Warga memprotes kondisi jalan yang dinilai telah mengalami kerusakan parah sekaligus mendesak pemerintah segera memberikan solusi konkret.
Bagi Aliansi Pemuda Kokas, persoalan Jalan Kayauni-Kokas kini bukan lagi sekadar daftar usulan dalam Musrenbang. Masyarakat menuntut agar usulan yang selama bertahun-tahun hanya tercatat dalam dokumen perencanaan, segera berubah menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
(Jurnalis : Risman Bauw).
