MANOKWARI, PinFunPapua.com — Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, menyampaikan harapannya kepada pemerintah pusat untuk menambah kuota jamaah haji bagi daerahnya. Hal tersebut disampaikan menyusul banyaknya warga Papua Barat yang masih berada dalam daftar tunggu pemberangkatan haji.
Menurut Gubernur Mandacan, berdasarkan laporan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, jumlah kuota jamaah haji saat ini berkisar 393 orang. Ia berharap agar Kementerian Agama Republik Indonesia bersama pemerintah pusat dapat mempertimbangkan penambahan kuota tersebut demi mengakomodasi calon jamaah yang telah lama menanti, khususnya mereka yang berusia lanjut.
“Untuk jamaah haji, masih banyak yang antre. Sesuai laporan Kanwil Agama, kita harapkan melalui Kementerian Agama RI dan pemerintah pusat bisa membantu Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk menambah kuota haji tiap tahunnya,” ujar Gubernur Mandacan di Manokwari.
Ia menegaskan bahwa calon jamaah lansia yang telah menunggu sejak beberapa tahun lalu perlu mendapatkan perhatian dan prioritas dalam pemberangkatan haji. Menurutnya, kondisi fisik dan usia para calon jamaah lansia menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan agar mereka masih memiliki kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut.
“Yang sudah tua-tua yang masih antre itu bisa diprioritaskan. Apalagi mereka sudah menunggu sejak beberapa tahun lalu, jadi patut diberi kesempatan lebih dulu,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Mandacan juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Agama RI, yang tahun ini telah memberikan kesempatan kepada Provinsi Papua Barat untuk melaksanakan pelepasan jamaah haji langsung dari daerah. Biasanya, pelepasan dilakukan di Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan.
“Biasanya kita melakukan pelepasan di embarkasi Makassar, namun hari ini kita lepas di Provinsi Papua Barat. Terima kasih kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Agama RI, yang memberikan kesempatan melalui usulan Kanwil Agama Papua Barat,” ucapnya.
Dengan adanya kesempatan pelepasan jamaah haji dari wilayah masing-masing, Gubernur berharap bahwa tradisi ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, pelepasan di daerah sendiri memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para jamaah dan keluarga yang mengantar.
“Diharapkan tahun-tahun berikutnya pelepasan tetap dapat dilakukan di provinsi masing-masing,” tutup Gubernur Mandacan. (red)
