Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani ( FOTO : Redaksi )
MANOKWARI, PinFunPapua.com – Pemerintah Provinsi Papua Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan unggulan dengan menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggulan Garuda. Lokasi lahan tersebut berada di Kampung Dindei, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, saat ditemui sejumlah wartawan usai mengikuti apel pagi di halaman kantor gubernur, Jumat (23/05/2025).
“Saat ini kami hanya menanggulangi pembangunan SMA Unggulan Garuda. Lahannya sudah kami siapkan seluas kurang lebih 20 hektare, berlokasi di Warmare, tepatnya di Kampung Dindei,” ujar Lakotani.
Menurutnya, proses koordinasi untuk kelanjutan pembangunan SMA Unggulan Garuda saat ini sedang berjalan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Papua Barat tengah berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri Riset dan Teknologi (Wamenristek) agar dapat berkunjung ke Manokwari dan meninjau langsung kesiapan lahan yang disiapkan.
“Kami berharap Ibu Wamenristek bisa datang ke Manokwari untuk melihat langsung kesiapan lahan yang telah kami siapkan. Mudah-mudahan proses selanjutnya bisa berjalan lancar tanpa kendala,” tambahnya.
Sementara itu, terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat, Lakotani menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan urusan langsung antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa terdapat beberapa kepala daerah yang telah mengajukan permohonan pembangunan Sekolah Rakyat langsung kepada Kementerian Sosial.
“Di atas meja kami sudah ada surat permohonan dari Bupati Fakfak, Bupati Teluk Wondama, dan Bupati Manokwari. Mungkin kepala daerah lainnya juga sudah mengirimkan surat permohonan, dan tembusannya sedang ditangani oleh instansi teknis terkait,” jelasnya.
Pemerintah Provinsi Papua Barat berkomitmen mendukung penuh inisiatif pendidikan di daerah, baik yang ditangani langsung oleh provinsi seperti SMA Unggulan Garuda, maupun yang diajukan oleh kabupaten dalam bentuk Sekolah Rakyat.
“Mengenai rencana kedatangan Wamenristek, kami terus menjalin komunikasi. Jika sudah ada kepastian kunjungan, tentu akan kami sampaikan secara resmi kepada publik,” tutup Lakotani. (red)
