MANOKWARI, PinFunPapua.com — Gubernur Provinsi Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, M.Si., menegaskan bahwa daftar nama sebanyak 1.002 tenaga honorer yang akan diangkat dalam Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021 akan segera ditetapkan dalam pekan ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur usai mengikuti ibadah bulanan di lingkungan Sekretariat Daerah Papua Barat, Senin (7/7/2025). Dalam keterangannya, Gubernur meminta seluruh tenaga honorer untuk tetap tenang dan bersabar menantikan keputusan resmi pemerintah.
“Minggu ini akan saya tetapkan. Saya harap kesabaran dari mereka yang merasa sudah termasuk dalam formasi 1.002 itu. Bagi yang belum masuk, saya minta tetap tenang karena kita akan terus memperjuangkan mereka di Kementerian PAN-RB,” ujar Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur mengakui bahwa terdapat kelebihan data dibanding jumlah formasi yang tersedia. Oleh karena itu, pemerintah provinsi akan berpegang pada data yang memenuhi syarat administratif dan bukti pengabdian para tenaga honorer.
“Formasi yang tersedia memang 1.002, tapi data yang masuk melebihi angka itu. Kita harus cermati kembali, siapa saja yang benar-benar memenuhi syarat, yang sudah bekerja dan mengabdi. Bukti pengabdian itu harus didukung dengan dokumen seperti SP2D dan absensi. Itulah yang akan kami prioritaskan,” jelasnya.
Dominggus Mandacan juga memaparkan latar belakang munculnya formasi 1.002 CPNS tersebut. Ia menyebut bahwa pada tahun 2021, data awal honorer yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat hanya berjumlah 900 orang, sebagai sisa dari 1.283 honorer yang telah diangkat pada tahun 2020.
Melalui pertemuan dengan Kementerian PAN-RB bersama para bupati, wali kota, anggota DPR Papua Barat, dan Majelis Rakyat Papua (MRP), Papua Barat mendapatkan total 8.100 formasi CPNS. Dari jumlah tersebut, setiap kabupaten/kota memperoleh jatah formasi sebanyak 546, sedangkan sisa 1.002 formasi diserahkan kepada pemerintah provinsi guna mengakomodasi tenaga honorer daerah.
“Tahun 2021 saya mengajak seluruh kepala daerah di Papua Barat, DPR, dan MRP bertemu dengan Menpan-RB agar sisa dari 1.283 honorer bisa diakomodasi. Provinsi akhirnya mengambil 1.002 formasi dengan catatan data awal hanya 900. Namun setelah saya kembali menjabat Gubernur, jumlah itu terus berkembang,” terang Dominggus.
Menutup keterangannya, Gubernur kembali menekankan pentingnya ketenangan dan kesabaran dari para tenaga honorer yang masih menunggu proses pengangkatan. Ia menyatakan bahwa sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di tingkat provinsi, dirinya akan terus memperjuangkan pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS.
“Tenang saja. Saya punya pengalaman mengawal 1.283 honorer yang sebelumnya belum juga diangkat. Tapi akhirnya mereka semua bisa menjadi PNS. Jadi, tetap semangat dan percaya bahwa perjuangan ini belum selesai,” pungkasnya. (red/rls)
