FAKFAK,PinFunPapua.com – Komitmen TNI dalam menjaga kedekatan dan memperkuat kemanunggalan dengan masyarakat terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Koramil 1803-01/Fakfak, Sertu Taher Kutanggas, yang melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama tokoh agama dan warga Kampung Nemewikarya, Distrik Fakfak Tengah, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung usai pelaksanaan Sholat Jumat tersebut berjalan dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan kebersamaan. Momentum ini dimanfaatkan Babinsa untuk mempererat tali silaturahmi, menjalin komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mendengarkan berbagai aspirasi serta mengetahui perkembangan situasi di lingkungan kampung.
Dalam dialog bersama warga, Sertu Taher Kutanggas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa.
“Keamanan dan kedamaian sebuah daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi lahir dari kepedulian dan kebersamaan seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari tokoh agama dan warga setempat. Mereka menilai sosok Babinsa tidak hanya sebagai aparat kewilayahan, tetapi juga sahabat masyarakat yang selalu hadir untuk mendengar, membantu, dan menjadi penghubung antara warga dengan TNI.
Kegiatan Komunikasi Sosial tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara TNI dan rakyat dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah. Dengan hubungan yang harmonis, diharapkan semangat kebersamaan terus tumbuh sehingga mampu mendukung pembangunan serta menciptakan stabilitas wilayah yang aman dan kondusif di Kabupaten Fakfak.
“TNI kuat bersama rakyat, dan rakyat sejahtera melalui persatuan serta gotong royong. Dari kebersamaan, lahirlah kedamaian yang menjadi fondasi pembangunan.”
(Penulis: Risman Bauw).
